Hari Minggu pagi tanggal 14 Oktober 2012 Lucky (Lukman Hakim) melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu PKK RW. 016 Keluarahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi yang secara kebetulan pagi itu ibu-ibu sedang mengadakan senam yang dilakukan rutin setiap minggu secara bergilir ditap-tiap RT. se-RW.016.
Monday, October 15, 2012
Friday, August 17, 2012
OPERASI KATARAK SIAPA TAKUT?
Operasi katarak seperti yang pernah kita baca di berbagai media termasuk di internet media on line adalah operasi yang sudah tergolong operasi ringan, praktis dan mudah. Jargon ini benar adanya.
Saya katakan benar karena mata saya sendiri sudah dioperasi pada tanggal 14 Agustus 2011 untuk mata kanan dan tanggal 11 September 2011 untuk mata kiri. Jadi hanya membutuhkan waktu 27 hari paskah operasi mata kanan saya. Normalnya waktu dibutuhkan hanya dua minggu paskah operasi mata kanan lalu disusul dengan operasi mata kiri. Hanya karena ada insiden kecil yang saya alami.
Thursday, July 9, 2009
PESTA DEMOKRASI LIMA TAHUNAN DIGELAR
Hari masih pagi, udara dingin masih menembus kulit dan mata hari baru merekah, namun warga RT.08 dan RT.09 RW. 16 Kelurahan Arena Jaya Kota Bekasi sudah berbondong-bondong menuju TPS 64 untuk memberikan suaranya pada pemilu presiden yang digelar tanggal 8 Juli 2009. Tak seorang tahu siapa pemimpin yang bakal mereka pilih di kotak pencontrengan suara nanti.
Wednesday, October 22, 2008
Seorang ABK M.V.Toisa Define di Evakuasi ke Yangon
Foto: Solo Mamma
Hari ini Rabu (22/10/08) sekitar jam 13:21 waktu Transocean Legend (TOL) seorang anak buah kapal (ABK) Warga Negara Filipina diangkat dari Supply Boat Toisa Define ke rig Transocean Legend dengan menggunakan crane dan peronil basket untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan dokter. Setelah pasien diagonase penyakitnya, dokter rig memutuskan pasien harus dibawa ke Yangon untuk menjalani perawatan selanjutnya di rumah sakit Yangon.
Sunday, October 19, 2008
Kebakaran di Komey Room Transocean Legend
Dilaporkan oleh: Solo Mamma
Hari ini Minggu (19/10/2008) sekitar jam 10:30 Waktu Myanmar, tiba-tiba terdengar bunyi alarm terputus-putus diikuti pengumuman dari Control Room memberitahukan bahwa saat ini sedang terjadi kebakaran di Komey Room. Semua personil yang ada di Rig diperintahkan berkumpul di muster station (ruang berkumpul) masing-masing. Selang beberapa menit kemudian muster station sudah dipenuhi kru lengkap dengan pakaian safety (personil protection equipment).
Saturday, October 11, 2008
Duta Besar Korea Selatan untuk Myanmar Mengunjungi Daewoo di Rig Transocean Legend
Oleh: Solo Mamma
Photo: Setyo Haryono
Hari ini Sabtu (11/10/08) Perusahaan Minyak Daewoo Korea Selatan yang sedang melakukan Explorasi Minyak dan Gas Bumi lepas pantai kurang lebih dua puluh lima miles sebelah barat kota kecil Sittwe, Myanmar mendapat kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Myanmar di Rig Transocean Legend.
Duta besar kedua dari kiri beserta rombongan berfose disamping Helicopter sesaat sebelum kembali ke Sittwe
Hari ini Sabtu (11/10/08) Perusahaan Minyak Daewoo Korea Selatan yang sedang melakukan Explorasi Minyak dan Gas Bumi lepas pantai kurang lebih dua puluh lima miles sebelah barat kota kecil Sittwe, Myanmar mendapat kunjungan Duta Besar Korea Selatan untuk Myanmar di Rig Transocean Legend.
Sunday, October 5, 2008
Masyarakat Myanmar (Burma) Kukuh Mempertahankan Tradisinya
Ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi Myanmar (Burma) setelah turun dari Helikopter yang membawa kami dari offshore ke daratan Sittwe Myanmar segera mata saya tertumbuk menyaksikan para kuli-kuli yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan peron landasan bandara yang memakai sarung. Dalam hati saya berkata, kasihan amat kuli-kuli itu bekerja dengan memakai sarung, ribet dan tidak praktis. Berapa yah mereka dibayar sehingga membeli celana panjang saja sepertinya tidak sanggup. Kejadiaanya pada tanggal 13 September 2008.
Tuesday, July 1, 2008
Menulis dan Bertemu Teman Masa Kecil
Dibawah ini saya tampilkan kembali Kesan2 saya ketika bergabung dengan http://www.panyingkul.com dalam usianya yang ke 2.
Edisi Ulang Tahun Ke-2 Citizen Reporter dan Panyingkul! (1)
Menulis dan Bertemu Teman Masa Kecil
:: Solo Mamma ::
Tepat di usia dua tahun Panyingkul! hari ini, redaksi menampilkan serial tulisan pengalaman citizen reporter di Panyingkul!.(p!)
Bertemu setelah berpisah 40 tahun.
Saya menemukan Panyingkul! secara tidak sengaja. Ketika itu saya sedang googling Radio Gamasi karena ingin mendengar bincang-bincang khas Makassar secara online meskipun saya sedang di tengah samudra. Keinginan saya itu ternyata tidak kesampaian, karena Radio Gamasi belum online. Namun, saya menemukan kata Panyingkul! yang Google perkenalkan kurang lebih sebagai “koran online” tempat berkumpulnya warga biasa mengabarkan hal-hal biasa dari Makassar. Seakan ada magnit yang menarik saya untuk segera mengunjungi website itu dengan mengklik alamat yang disodorkan Google. Beberapa detik kemudian nampaklah situs Panyingkul!. Saya pun memilih-milih tulisan apa yang akan saya baca saat itu.
Edisi Ulang Tahun Ke-2 Citizen Reporter dan Panyingkul! (1)
Menulis dan Bertemu Teman Masa Kecil
:: Solo Mamma ::
Tepat di usia dua tahun Panyingkul! hari ini, redaksi menampilkan serial tulisan pengalaman citizen reporter di Panyingkul!.(p!)
Bertemu setelah berpisah 40 tahun.
Foto: Kiriman Solo Mamma.
Saya menemukan Panyingkul! secara tidak sengaja. Ketika itu saya sedang googling Radio Gamasi karena ingin mendengar bincang-bincang khas Makassar secara online meskipun saya sedang di tengah samudra. Keinginan saya itu ternyata tidak kesampaian, karena Radio Gamasi belum online. Namun, saya menemukan kata Panyingkul! yang Google perkenalkan kurang lebih sebagai “koran online” tempat berkumpulnya warga biasa mengabarkan hal-hal biasa dari Makassar. Seakan ada magnit yang menarik saya untuk segera mengunjungi website itu dengan mengklik alamat yang disodorkan Google. Beberapa detik kemudian nampaklah situs Panyingkul!. Saya pun memilih-milih tulisan apa yang akan saya baca saat itu.
Friday, March 14, 2008
Dari Drilling Tower Transocean Legend
Oleh:Solo Mamma
Foto: Istimewa
Siang itu. ditengah teriknya matahari membakar tubuh seorang pria bersimbah peluh dalam balutan Wearpack warna merah sedang bertengger di puncak menara bor (derrick tower). Dipinggangnya melingkar peralatan Safety Harnes (sabuk pengaman) yang diikatkan ke belakang pada terali dinding menara. Dia berada pada ketinggian sekita 35 meter dari Drill Floor. Saat itu sedang melakukan pencabutan seratus tiga puluh joint drill pipe (pipa bor) yang berdiameter 5 inchi dengan panjang lebih kurang 29 meter tiap batang. Pencabutan pipa bor berlangusung setelah sebelumnya dilakukan circulasi pada sumur bor (well drilling).
Wednesday, March 12, 2008
Semalam di Hongkong, Dua Malam di Shenzhen (IV habis)
Di Bandara Helikopter Xili, Shenzhen:

Keesokan harinya pada tangga 7 Maret 2008, jam 06:30 selepas sarapan pagi kami dijemput kembali di hotel seterusnya diantar ke Bandara khusus Helikopter di Xili, hanya anggota Kru C yang dijemput pagi itu, sementara Kru B akan di jemput pada Jam 10:00. Lima belas menit kemudian kami sudah sampai di Bandara Xili dan langsung check in, kemudian masuk kedalam ruang tunggu penumpang.
Keesokan harinya pada tangga 7 Maret 2008, jam 06:30 selepas sarapan pagi kami dijemput kembali di hotel seterusnya diantar ke Bandara khusus Helikopter di Xili, hanya anggota Kru C yang dijemput pagi itu, sementara Kru B akan di jemput pada Jam 10:00. Lima belas menit kemudian kami sudah sampai di Bandara Xili dan langsung check in, kemudian masuk kedalam ruang tunggu penumpang.
Semalam di Hongkong, Dua Malam di Shenzhen (III)
Medical Check Up

Keesokan harinya (6/3/08) jam 07:30 selepas sarapan pagi semua Kru yang terdiri dari Kru A dan Kru B sudah dijemput oleh agent dari Hotel Ming Wah Convention Center untuk diantar ke Health Care Center International Shenzhen China guna menjalani Medical Check Up.
Keesokan harinya (6/3/08) jam 07:30 selepas sarapan pagi semua Kru yang terdiri dari Kru A dan Kru B sudah dijemput oleh agent dari Hotel Ming Wah Convention Center untuk diantar ke Health Care Center International Shenzhen China guna menjalani Medical Check Up.
Tuesday, March 11, 2008
Semalam di Hongkong, Dua Malam di Shenzhen (I)
Oleh: Solo Mamma
Di Hongkong:

Pesawat Cathay Pacific, no penerbangan CX 718 jenis Air Bus A330 yang membawa kami terbang ke Hongkong lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 4 Maret 2008, jam 09:45. Setelah terbang selama empat jam dan dua puluh menit CX 718 akhirnya tinggal landas di Bandara Hongkong International.
Seperti biasa bila passenger cabin (belalai gajah) sudah terbuka maka semua penumpang turun termasuk saya. Semua penumpang kecuali penumpang transit menuju counter desk Imigrasi sebelum sampai ke ruang Klaim Bagasi. Untuk mencapai counter desk imigrasi, penumpang harus naik kereta bawah tanah dua kali, lalu berjalan lagi sejauh kira-kira 200 meter setelah melewati tangga escalator kalau tidak salah ingat dua kali juga.
Di Hongkong:
Pesawat Cathay Pacific, no penerbangan CX 718 jenis Air Bus A330 yang membawa kami terbang ke Hongkong lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 4 Maret 2008, jam 09:45. Setelah terbang selama empat jam dan dua puluh menit CX 718 akhirnya tinggal landas di Bandara Hongkong International.
Seperti biasa bila passenger cabin (belalai gajah) sudah terbuka maka semua penumpang turun termasuk saya. Semua penumpang kecuali penumpang transit menuju counter desk Imigrasi sebelum sampai ke ruang Klaim Bagasi. Untuk mencapai counter desk imigrasi, penumpang harus naik kereta bawah tanah dua kali, lalu berjalan lagi sejauh kira-kira 200 meter setelah melewati tangga escalator kalau tidak salah ingat dua kali juga.
Semalam di Hongkong, Dua Malam di Shenzhen (II)
Masalah timbul di Counter Imigrasi:
Seperti lazimnnya di setiap Bandara Intrenational, demikian juga di Terminal Ferry Shekou Shenzen yang merupakan terminal International untuk Ferry. Semua penumpang sebelum keluar harus melewati pemeriksaan dokumen ke Imigrasian. Saya antri pada urutan yang terakhir dan di depan saya berdiri Pak Hasrizal Ray asal Medan. Ketika sampai gilirannya, dia melangkah ke loket Imigrasi dilayani oleh seorang petugas perempuan dengan tanda pangkat satu strip di bahunya.
Seperti lazimnnya di setiap Bandara Intrenational, demikian juga di Terminal Ferry Shekou Shenzen yang merupakan terminal International untuk Ferry. Semua penumpang sebelum keluar harus melewati pemeriksaan dokumen ke Imigrasian. Saya antri pada urutan yang terakhir dan di depan saya berdiri Pak Hasrizal Ray asal Medan. Ketika sampai gilirannya, dia melangkah ke loket Imigrasi dilayani oleh seorang petugas perempuan dengan tanda pangkat satu strip di bahunya.
Saturday, February 2, 2008
Jurnal ke tujuh belas Pelayaran
Siti Awaliyah, Seorang Engineer Perempuan tiba
Sore kemarin Rig Transocean Legend sudah tiba di lokasi. Jangkar belum bisa diturunkan masih menunggu Kru Fugro sebagai surveyor yang akan datang pagi ini dengan Helikopter. Mareka akan menentukan posisi Rig dan well drilling. Saat ini Rig dikawal dua buah Boat masing-masing Maesk Champion, boat yang menarik kami dari Singapore hingga ke lokasi ini dan Toisa Duntless yang baru tiba kemarin.
Pagi ini helicopter dalam penerbangan perdana dari Shenzhen, China tiba di Rig 10:45 Wita membawa 10 oarng penumpang ditambah 2 orang kru helicopter. Empat orang diantaranya adalah petugas Immigrasi. Penerbangan ditempuh selama satu jam dan tiga puluh menit. Perjalanan cukup lama akan membuat pegal pinggang dan betis.
Kemudian pada jam 13:00 penerbangan kedua berangkat dari Shenzhen dengan 16 orang penumpang salah satu diantaranya Siti Alawiyah, seorang penumpang perempuan dari Schlumberger Anadril specialis MWD Engineer akan melengkapi kru Rig selama 4 minggu atau sebelum panggantinya datang. Dia akan menjadi satu-satunya perempuan diantara kru yang berjumlah 127 orang.
Transocean Legend, 03/02/08
Pagi ini helicopter dalam penerbangan perdana dari Shenzhen, China tiba di Rig 10:45 Wita membawa 10 oarng penumpang ditambah 2 orang kru helicopter. Empat orang diantaranya adalah petugas Immigrasi. Penerbangan ditempuh selama satu jam dan tiga puluh menit. Perjalanan cukup lama akan membuat pegal pinggang dan betis.
Kemudian pada jam 13:00 penerbangan kedua berangkat dari Shenzhen dengan 16 orang penumpang salah satu diantaranya Siti Alawiyah, seorang penumpang perempuan dari Schlumberger Anadril specialis MWD Engineer akan melengkapi kru Rig selama 4 minggu atau sebelum panggantinya datang. Dia akan menjadi satu-satunya perempuan diantara kru yang berjumlah 127 orang.
Transocean Legend, 03/02/08
Thursday, January 31, 2008
Jurnal Hari Keenam Belas Pelayaran
Semalam sekitar jam 20:40 Wita aku masih online sedang bolak-balik membuka kampung panyingkul dan milis panyingkul gropus di rauangan rekreasi. Suara gemuruh yang menggelagar dari sound effect sebuah film action menyembul dari home theatre tidak membuatku terganggu. Aku tetap asyik menikmati bacaan-bacaan dari Panyingkul serta email-email lucu dari para anggota milis. Kami larut dengan acara favorite masing-masing, aku di komputer dengan situs favoritku sementara teman yang lain asyik pula dengan film kesayangannya.
Jurnal Hari Kelima belas Pelayaran
Dua hari menjelang tiba di lokasi Rig kami sepanjang hari di goncang ombak setinggi tiga meter, dengan terpaan angin Musim Utara Timur Laut dengan kecepatan 40 knot/jam. Langit berselimutkan awan hitam, dengan jarak pandang masih cukup baik, kurang lebih 8 NM.
Beberapa diantara kru mulai pusing tidak terkecuali orang-orang bugis yang bernenek moyang pelaut. Happy pria Palopo Utara, Badrun yang asli Barru dan Harjito yang beribukan Bugis dengan ayah Jawa nampak memeijit-mijit kepalanya yang terasa pening, mukanya pucat laiknya orang yang baru sembuh dari sakit berminggu-minggu.
Selepas makan malam mereka sudah masuk ke kamar masing-masing. Padahal pada hari-hari biasa mereka beranjak ke tempat tidur setelah habis nonton dua judul film dari lempengan DVD.
Ditengah goncangan gelombang yang menghempas Rig kami, terbesit kabar yang menggermbirakan karena pada hari ini (31/01/08) sebanyak 32 orang kru sudah berangkat dari negaranya masing-masing menuju Hongkong, 17 orang diantaranya yang merupakan rombongan terbesar berangkat dari Jakarta. Mereka akan menginap di Hongkong selama 5 hari sebelum naik ke Rig menggantikan kami pada tanggal 5 Februari 2008. Sebelum naik Rig mereka terlebih dahulu mengikuti pelatiha keselamatan kerja di rig. Hal ini sesuai dengan prinsip manajemen keselamatan kerja perusahaan.
Transocean Legend, 31/01/08
Beberapa diantara kru mulai pusing tidak terkecuali orang-orang bugis yang bernenek moyang pelaut. Happy pria Palopo Utara, Badrun yang asli Barru dan Harjito yang beribukan Bugis dengan ayah Jawa nampak memeijit-mijit kepalanya yang terasa pening, mukanya pucat laiknya orang yang baru sembuh dari sakit berminggu-minggu.
Selepas makan malam mereka sudah masuk ke kamar masing-masing. Padahal pada hari-hari biasa mereka beranjak ke tempat tidur setelah habis nonton dua judul film dari lempengan DVD.
Ditengah goncangan gelombang yang menghempas Rig kami, terbesit kabar yang menggermbirakan karena pada hari ini (31/01/08) sebanyak 32 orang kru sudah berangkat dari negaranya masing-masing menuju Hongkong, 17 orang diantaranya yang merupakan rombongan terbesar berangkat dari Jakarta. Mereka akan menginap di Hongkong selama 5 hari sebelum naik ke Rig menggantikan kami pada tanggal 5 Februari 2008. Sebelum naik Rig mereka terlebih dahulu mengikuti pelatiha keselamatan kerja di rig. Hal ini sesuai dengan prinsip manajemen keselamatan kerja perusahaan.
Transocean Legend, 31/01/08
Tuesday, January 29, 2008
Jurnal Hari Keempat belas Pelayaran

Hari ini (30/1/08) siang Rig Transocean Legend bersama Maesk Champion melaju dengan kecepatan rata-rata 5.9 knot/jam. Dibawah cuaca yang sangat cerah, awan putih hanya terlihat berseliweran di kaki utara langit. Tak sebongkahanpun awan putih bergelayut diatas kami. Langit biru terang menaungi perjalanan.
Angin berhembus dengan kecepatan 12 knot/jam dari arah utara timur laut, dibawah suhu udara 31º celcius dengan jarak pandang 12 NM. Sebagaimana waktu yang direncanakan Rig akan tiba di lokasi pada tanggal 2 Februari 2008, jam 00:00 tengah malam waktu WITA. Posisi Rig saat ini 15º 07.6' LU dan 118º 25.0' BT di sebelah barat Pulau Luzon pada kedalaman air 3.000 meter.
Hanya insiden kecil terjadi kemarin malam ketika dua orang kru masing-masing seorang Tukang Las (Welder) dan seorang Roustabout yang akan bertindak sebagai pengawas api (Fire Watcher) pada saat sedang turun ke kolom melalu salah satu kaki Rig dengan menggunakan Elevator. Ditengah perjalan turun elevator tiba-tiba mogok. Untung salah seorang membawa Handy Talky sehingga dapat memanggil Rig Electrician untuk memperbaikinya. Maka selamatlah kedua kru itu turun sampai kelantai dasar kolom.
Transocean Legend, 30/01/08
Angin berhembus dengan kecepatan 12 knot/jam dari arah utara timur laut, dibawah suhu udara 31º celcius dengan jarak pandang 12 NM. Sebagaimana waktu yang direncanakan Rig akan tiba di lokasi pada tanggal 2 Februari 2008, jam 00:00 tengah malam waktu WITA. Posisi Rig saat ini 15º 07.6' LU dan 118º 25.0' BT di sebelah barat Pulau Luzon pada kedalaman air 3.000 meter.
Hanya insiden kecil terjadi kemarin malam ketika dua orang kru masing-masing seorang Tukang Las (Welder) dan seorang Roustabout yang akan bertindak sebagai pengawas api (Fire Watcher) pada saat sedang turun ke kolom melalu salah satu kaki Rig dengan menggunakan Elevator. Ditengah perjalan turun elevator tiba-tiba mogok. Untung salah seorang membawa Handy Talky sehingga dapat memanggil Rig Electrician untuk memperbaikinya. Maka selamatlah kedua kru itu turun sampai kelantai dasar kolom.
Transocean Legend, 30/01/08
Monday, January 28, 2008
Jurnal Hari Ketigabelas Pelayaran
Hari ini (29/01/08) kami sedang makan bersama kru lapangan (kru drilling dan kru dek). Makan sambil ngobrol di meja makan bersama teman-teman kru adalah hal yang menggembirakan. Suasana seperti itu seolah menghilangkan kepenatan setelah bekerja selama dua belas jam dari mulai jam 00:00 tengah malam sampai jam 12:00 siang hari.
Sunday, January 27, 2008
Jurnal Hari Keduabelas Pelayaran
Ditengah asyik membaca komentar-komentar warga kampung panyingkul hari ini, tiba-tiba aku ditelpon Barge Captain, Ian Carmichael, mengabarkan bahwa nanti jam 10:30 waktu setempat akan landing sebuah pesawat Helikopter dari Hongkong. Mendengar informasi itu yang datang dari seorang Barge Captain pastilah tidak bercanda, valid adanya.
Kepalaku disesaki beberapa pertanyaan, apa mungkin ada Helikopter?. Sekarang kan masih di lepas pantai barat Philipina. Lokasi yang kami tuju masih jauh, untuk apa Helikopter datang. Berapa jam harus terbang dari Hongkong untuk mencapai Rig Transocean Legend. Mungkinkah Helikoter take off dari Manila? Duh.. sederet pertanyaan yang timbul.
Kepalaku disesaki beberapa pertanyaan, apa mungkin ada Helikopter?. Sekarang kan masih di lepas pantai barat Philipina. Lokasi yang kami tuju masih jauh, untuk apa Helikopter datang. Berapa jam harus terbang dari Hongkong untuk mencapai Rig Transocean Legend. Mungkinkah Helikoter take off dari Manila? Duh.. sederet pertanyaan yang timbul.
Jurnal Hari Kesebelas Pelayaran
Semalam semua kru menunggu sirene berbunyi sebagai isyarat akan diadakannya latihan simulasi penangkalan serangan Bajak Laut. Sesuai dengan rencana yang sudah diinformasikan sehari sebelumhya. Namun seiring dengan semakin larutnya malam isyarat akan adanya latihan simulasi tak kunjung ada. Satu persatu kru yang akan tugas siang masuk kedalam kamar masing-masing bersiap untuk tidur. Sampai hari menjelang pagi sirena yang di tunggu-tunggu tidak kunjung mengaung.
Subscribe to:
Posts (Atom)

