Saturday, December 1, 2007

Dua Sahabat Bertemu di Panyingkul setelah 40 tahun Berpisah

Solo Mamma bercerita tentang Solma:

Berawal ketika Panyingkul merilis sebuah tulisan yang diposting oleh Solo Mamma (Solma) pada tanggal 18 Nopember 2007 lalu, dibawah judul “Pengalaman Dihempas Badai di Laut Taiwan”. Panyingkul menulis dalam kata pengantarnya sebagai berikut : Citizen reporter Solo Mamma yang bekerja di salah satu perusahaan kapal yang berbasis di Singapore, mengisahkan pengalamannya terombang-ambing dihempas badai di perairan Taiwan. Dari atas Rig Transocean Legend, pria kelahiran Kabupaten Maros ini menuliskan laporannya.(p!)”

Selang beberapa hari kemudian Lily Yulianti, Redaktur Panyingkul mengundang Solma bergabung di milis panyingkul@yahoogrous.com, yang sebelumnya sudah lebih dahulu menjalin kontak dengan Kamaruddin Aziz Dg. Nuntung salah seorang Citizen Reporter yang saat ini sedang bermukim di Banda Aceh melalui Chat di Yahoo Messenger yang juga mengajak Solma untuk ikut serta bergabung dengan milis panyingkul di yahoogroups.


Tertarik dengan undangan untuk ikut serta bergabung dengan milis, selang beberapa hari kemudian ia pun mendaftarkan emailnya setelah terlebih dahulu meminta petunjuk, tentang cara mendaftar di milis panyingkul@yahoogroups kepada teman chatingnya Kamaruddin Aziz.

Setelah mendapat petunjuk secukupnya ia pun dengan tidak ragu mengirmkan email kosong ke alamat payingkul di yahoogroups. Dalam waktu yang bersamaan kakek tiga orang cucu ini yang belum mau berhenti mengarungi samudera menerima email dari Rusle yang juga salah seorang anggota milis bermukim di Balikpapan mempertanyakan usianya. Tanpa ragu pria berkaca mata minus enam ini melalui balasan emailnya kepada Rusle membeberkan usianya yang sudah memasuki angka 62 tahun. Keesokan harinya Lily Yulianti melalui email mengucapkan selamat kepadanya atas bergabungnya ke milis Panyingkul dengan mengatakan kurang lebih sebagai berikut : “Selamat Bergabung di milis, waah ternyata usianya sudah 62 tahun. Yah, masih kuat mengarungi samudra. Saya boleh panggil apa nich. Bapak atau Om. Sebelum Om bergabung dipanyingkul sudah ada tiga Om yang lebih dahulu berabung masing-masing Om Hafid, pensiunan PU yang mengurusi irigasi, sekarang masih aktif sebagai Vice President urusan Irigasi dunia, ada Om Sammy yang bermukim di Sidney Australia dan Om Arifuddin Patunru di Jakarta Pensiunan Bank Indonesia (BI)”.

Hanya selang beberapa menit setelah email dari Lily Yulianti diterima, Om Arifuddin Patunru dari Jakarta menuliskan emilnya kepada Solma sebagai berikut : ”Alhamdulillah, ternyata Pak Solma dilahirkan juga di kota kecilnya Kabupatern Maros 30 Km utara Makassar, di Kabupaten itu juga saya dilahirkan 60 tahun yang lalu. Allah mempertemukan kita di Panyingkul meskipun di dunia maya dan belum pernah bertemu di dunia nyata”.

“Oooh, jadi Pak Arief juga berasal dari Maros yah. Insya Allah kapan-kapan kita bertemu, semoga Pak Arief sekeluarga sehat selalu di bawah lindungan Allah SWT” Demikian Solma membalas email yang dikirim Om Ariefuddin dari Jakarta.

Menyebut nama Ariefuddin Patunru, Solma yang saat ini masih terapung-apung diatas laut, diliputi perasaan gelisah. Gelisah karena nama Ariefuddin tiba-tiba mengusik pikirannya ke masa silam 40 tahun yang lalu. Ia susah tidur, pikirannya melayang ketika masih bermukim di Makassar. Ia berusaha menelusuri nama teman-teman remajanya. Ia penasaran antara yakin dan tidak bahwa Arifuddin Patunru adalah salah seorang sahabatnya yang tidak pernah lagi berjumpa dengannya sejak 40 tahun lalu.

Keesokan harinya kakek berusia 62 tahun ini, menulis email kepada Ariefuddin Patunru pria bercucu 10 orang ini selengkapnya sebagai berikut :

“Solo Mamma <> wrote:
Assalamu Alaikum WW
Pak Arief yang berbahagia,

Saya jadi penasaran setelah membaca email-ta kemarin. Jadi Pak Arief juga berasal dari Maros?.
Pak Arief, dulu waktu saya masih di Makassar sekitar thn. 1967 saya juga punya teman yang kalau tidak salah namanya sama dengan nama Pak Arief (Ariefuddin) dia juga dalam usia yang masih sangat muda sudah bekerja di sebuah Bank. Namun saya tidak tahu persisnya di mana beliau bekerja tapi kalau tidak salah ingat di BI atau BNI yah, lupa habis sudah lama banget sih. Beliau tinggal di seputaran Mallimongan Tua. Waktu itu beliau adalah seorang pemuda yang gagah, idola sama cewe-cewe, hehehe. Tapi saya tau betul kalau mertuanya tinggal-ki di Jln. Balang Caddi.

Apakah ciri-ciri yang saya sebutkan itu, sama dengan riwayatt Pak Arief, maaf yah kalau salah, Soalnya penasaran sih.

Wassalamu alaikum WW

Solo Mamma”

Keesokan harinya ketika Om Solma membuka komputernya, langsung meloading gmail.com memeriksa inbox yang sejak beberapa hari belakangan ini tiap hari menerima tidak kurang dari dua puluh email dari rekan-rekan milis panyingkul. Segera saja matanya yang minus enam itu menagkap email Re:selamat berkenalan dari Pak Ariefuddin Patunru. Tanpa membuang waktu ia segera meloading email itu, ia ingin segera mengetahuis isi balasan dari email yang dilayangkannya kemarin. Betapa terperanghanya ketika ia membaca email itu yang lengkapnya sebagai berikut :

“On Nov 29, 2007 10:51 AM, arifuddin patunru wrote:

Waalaikumussalam, subhanallah, saya memang yang Pak Solma pertanyakan. Mertua saya memang tinggal di Jalan Balang Caddi No.6. Suami-isteri sudah meninggal. Mertua laki-laki Andi Halide, orang Soppeng, putra dari Pukkondeng, desa Tukebbeng, Takkalala. Mertua perempuan, Jawa, lahir, hidup dan meninggal di Makassar. Saya memulai karir di BI Makassar 1 Desember 1969 dan pensiun 30 Juni 2003 BI Jakarta yang sebelumnya didetasir sebagai Pimpinan Cabang sementara di BI Kediri. Kapan bisa ketemu Pak Solma, tolong alamatnya di Bekasi. Alamat saya, Jalan Siaga IIA No.49C Pejaten, Jakarta Selatan Telp.(rumah) 7994XXX, HP: 081808240XXX Utajengki'
Bisaki juga buka-buka blog koddala'ku http://catatan-patunru.blogspot.com”

Gembira bercampur haru menyelimuti perasaan kakek beranak tiga ini tiba-tiba bisa bertemu dengan teman lamanya setelah berpisah 40 tahun kembali membalas email Pak Ariefuddin sebagai berikut :

Solo Mamma <> wrote:
Assalamu Alaikum WW

Subhanallah, Maha Suci Allah,

Allah telah mempertemukan kita kembali setelah berpisah hampis 40 tahun.
Pak Arief Pasti lupa apapula yang mempertemukan kita 40 thn. lalu.
Kita berdua sama-sama aktifis Pemuda Muhammadiyah di Makassar.
Isteri Pak Arief anak Muallimin kan (kalau tidak salah namanya Murni, maaf kalau salah).
Rumah mertua Pak Arief tempat kami berkumpul-kumpul ketika masih muda, belia sangat ramah dan santun utamanya kepada anak-anak muda. Mungkin karena beliau juga keluarga besar.

Kadang-kadang kita bertiga jalan bareng bersama pacar Pak Arief, yang jadi isterinya 40 thn. lalu ketika pulang sekolah dari Muallimin Jl. Muhammadiyah. Hehehehe.

Dimanaki tinggal di Jakarta ?.

Saya di Bekasi
Jl. P. Belitung Raya No. 484
Kel. Aren Jaya RT.09/RW. 16
Tlp. 021 882 9804 / HP. 0813 272 57630.

Sekarang ini saya masih dalam perjalanan ke Singapore. Insya Allah tgl. 2/12 mendatang tiba. Dan esoknya tgl. 3 jam 100:00 dengan Garuda saya ke Jakarta.

Kapan kita bisa ketemu ini Pak Arief. Bisana di ketemuki disini.

Wassalam

Solo Mamma”
Berikut balasan email dari Om Arief :

arifuddin patunru to me
show details 8:10 PM (8 hours ago) Reply

He..he..he.. benar, mantan pacar saya bernama Murniati Chalid. Dulu saya rajin ke Balang Caddi karena ada maunya. Ada beberapa cewe sebelumnya, tapi yang cocok hanya dia, he..he..he.. sudah 39 tahun saya pake, belum juga diganti-ganti. Dari rahimnya keluar anak manusia sebanyak 6. Satu meninggal dalam usia kurang dari 24 jam. Cucu sudah 10. 3 berada di Fujisawa dan 7 ada di Jakarta. Pak Solma tentu masih ingat teman-teman: Latif, Razak, Erfan Yahya, Syarif dan banyak lagi yang tak bisa saya ingat.
Kalau Pak Solma sudah balik ke Indonesia, kontak saya. Insya Allah, nanti saya ke Bekasi.”

Setelah benar-benar merasa yakin bahawa Om Ariefuddin Patunru, anggota milis Panyingkul adalah sahabtnya yang hilang 40 tahun yang lalu. Om Solma segera mengangkat gagang telponnya lalu menekan tombol 08180240XXX. Dering nada sambung terdengar dari ujung sana. Setelah itu terdengar suara perempuan menjawab
“Hallo, ini dari siapa”
Dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa suara yang baru didengarnya itu adalah salah seorang anak Om Arief , Ia membalas :
“Hallo, bisa bicara dengan Pak Arief”
Yah Hallo, ini dari siapa yah.
Ini saya Om Solo.
Siapa? Om Solo?
Iyah saya Om Solo bisa bicara sama om Arief.
Oooh maaf salah sambung.
Kleck, hubungan telepon putus.

Haaa, salah sambung koq bisa yah, apa Pak Arief salah memberikan nomor telepon.
Ditelitinya kembali nomor telepon dari temannya itu. Dan ternyata Om Solma yang salah menekan nomor yang di maksud karena seharusnya nomor HP om Arief adalah 081808240XXX, namun yang dihubungi adalah 08180240XXX.

Penasaran Ia kembali menekan nomor yag di berikan, kali ini ia tidak mau salah lagi, namun begitu selesai menekan tombol telepon sesaat kemudian terdengar nada sibuk.

Masih dengan perasaan yang diliputi penasaran ingin segera mendengar langsung suara sahabatnya itu, kali ini ia menghubungi telepon rumahnya dengan Nomor 021 7994XXX.
Alhamdulillah tersambung.
Om Solma : Hallo,
Om Arief : Yah Hallo
Om Solma : Bisa bicara sama Pak Arief
Om Arief : Yah saya sendiri, ini dari siapa
Om Solma : Assalamu Alaikum, saya Pak Solo, Pak Arief
Om Arief : Eeeee, apa kabar Pak.
Om Solma : Alhamdulillah baik Pak, ternyata kita bisa bertemu di Panyingkul.

Lama kedua sahabat itu bercakap-cakap di telepon sampai akhirnya ditutup dengan sepakat KOPDAR setalah Om Solma tiba kembali ke Bekasi yang Insya Allah pada tanggal 3 Desember 2007 mendatang.

Solo Mamma
Transocean Legend, 01 Desember 2007

No comments: